SELAMAT DATANG DIMADRASAH TSANAWIYAH HASYIM ASY'ARI WONOJATI

Laman

Jumat, 12 Juni 2015

SISWA LULUSAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

SELAMAT ATAS KELAYAKAN KELULUSAN SISWA MTs. H.A

Alhamdulillah... segala puja dan puji syukur akhirnya siswa MTs. Hasyim Asy'ari Wonojati layak lulus sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional.

kami berharap di kedepan lebih baik dan ditingkatkan prestasi kalian, kami disini akan selalu mendo'akan semoga menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi serta unggul dalam bidang Imtaq dan Iptek.

sekali lagi selamat ya...., anda semua layak lulus.

 

 

Selasa, 05 Mei 2015

HARAP TENANG ADA UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2014/2015


silahkan KLIK pos UN
DOWNLOAD POS UN 2014/2015


Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2014/2015 adalah bukan penentu satu-satunya kelulusan karena sekarang berada sepenuhnya ditangan lembaga.
sejatinya Ujian Nasional (UN) itu salah satu indikator Standar Pendidikan Nasional dalam konteks evaluasi hasil belajar.

 Mengingat :
  1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, siswa sesungguhnya berhak mengetahui capaian kompetensinya dan negara berkewajiban memenuhi hak itu. “Jadi pengukuran capaian standar kompetensi lulusan adalah peran negara untuk memenuhi hak peserta didik.
  2. Peraturan perundangan terbaru bahwa Ujian Nasional (UN) bertujuan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu (PP 19/2005 yang telah diubah dengan PP No. 32/2013 dan PP 13/2015). 
  3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional, 
  4. Dan Peraturan Badan Standar Nasional Nomor 0031/P/BSNP/III/2015 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014/2015 
Oleh karena itu khalayak umum perlu mengetahui tentang sistem kelulusan di tahun 2014/2015 terlebih di MTs HAsyim Asy'ari Wonojati ini, jadi jangan sampai mindset dari ketakutan akan kegagalan menuju pencapaian prestasi optimal dan dari terjadi praktek kecurangan menuju promosi terhadap satuan pendidikan yang memiliki Indeks Integritas tinggi khususnya di MTs Hasyim ASy'ari Wonojati

Diantaranya poin-poin yang sesuai dengan peraturan terkini antara lain :
  • UN bukan penentu kelulusan siswa dari satuan pendidikan, 
  • Kelulusan siswa dari satuan pendidikan ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan,
  • Setiap siswa wajib mengikuti UN Minimal Satu Kali, UN dapat ditempuh beberapa kali untuk perbaikan pencapaian standar, dan 
  • Siswa diyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai sikap minimal baik dan lulus ujian sekolah/madrasah

Sumber :

http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=7557#.VUmQZ_BvHgw
http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/3742

Rabu, 22 April 2015

Senin, 20 April 2015

PERINGATAN HARI R.A. KARTINI



21 April  adalah peringatan Hari Kartini,yang mana beliau adalah seorang pejuang dimasanya yang sampai sekarang dikenal sebagai salah satu tokoh pejuang perempuan sesuai dengan Keppres No. 108 Tahun 1964.
Ibu kita Kartini Putri sejati Putri Indonesia harum Namanya

R.A Kartini Lahir Pada tanggal 21 April 1879 di Jepara beliau adalah keturunan priyayi atau bangsawan yang termashur di daerahnya yang kental dengan kegiatan adat istiadat, yaitu putri Raden Mas Sosroningrat, bupati Jepara. Ibunya bernama M.A. Ngasirah.
Semasa hidup beliau (RA.Kartini) adalah seseorang yang gemar membaca meski hanya tamatan SD karena tidak di ijinkan oleh orang tuanya untuk belajar kejenjang selanjutnya, keputusan itupun membuat RA. Kartini sangat kecewa dengan keputusan tersebut tetapi tidak bisa melawan takut disangka jadi anak yang durhaka.
Kekecawaan RA.Kartini di isi dengan kegiatan membaca setiap hari mulai dari buku atau surat kabar dan apabila ada yang tidak dimengerti beliau tanya kepada ayahnya.

Sampai akhirnya RA.Kartini terbesit dengan gadis eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon(teman semasa belajar diluar negeri). Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.
Akan tetapi bea siswa itu tidak dimanfaatkan karena beliau dinikahkan dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Kalau di ingat jasa RA. Kartini dengan bahasa populer adalah emansipasi wanita yang mana mengandung makna bahwa sanya wanita juga berhak mendapatkan kesetaraan yang sama yang bukan dari kodrat Tuhan YME contoh : belajar, berkreasi dsb. Tidak menutup kemungkinan para kartini sekarang yang berkarir banyak terinspirasi beliau serta ingin memperjuangkan apa yang dicita-cita para leluhur dahulu untuk bangsa dan negara tercinta ini.
Dalam memaknai hari kartini sekarang apakah hanya terucap pada satu kalimat yang terpampang di media sosial, media kabar, pamflet, baliho dsb atau memakai baju adat (Kebaya).  
Tentu saja tidak kan ! karena makna dari perjuangan kartini tersebut bisa diambil beberapa poin, antara lain :
  1. Semangat belajar yang tinggi 
  2. Jiwa Sosial kepada sesama 
  3.   Gemar membaca
  4. Tidak sombong   
  5.  Patuh kepada orang tua
Oleh karena itu marilah kita sama-sama meneladani sejarah perjuangan beliau untuk menjadikan pondasi dalam kehidupan kita sekarang  untuk menjadikan prinsip dalam menjalani hidup dengan mengelaborasikan sesuai dengan keadaan sekarang tanpa melanggar norma-norma yang ada atau melanggar syariat (bagi yang muslimah).




Refrensi


http://www.wikipedia.org/


Kamis, 16 April 2015

INDAHNYA KEBERSAMAAN

Berbicara tentang kebersamaan sebenarnya sudah dianjurkan oleh Allah SWT yang terkuak dalam FirmanNya dalam Al Qur'an Surat Ali Imran ayat 103:


وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.“ (QS. Ali ‘Imran :103)
ilustration

Sejatinya manusia adalah mahluk soisal yang tidak bisa hidup sendiri dan pasti sangat membutuhkan satu sama lain, tapi apakah kita menyadarinya tentang hal itu dan apakah kita hanya memanfaatkan saja (orang lain) apabila kita membutuhkan saja Naudhubilla mindhalik. Oleh karena itu marilah kita sama-sama introspeksi diri apakah kita akan sadar akan tentang indahnya kebersamaan dan apakah kita masih belum bisa meraba apakah sudah melaksanaan tersebut.

Indahnya kebersamaan bukan hanya pada waktu senang saja tapi dikala sudahpun kita harus tetap berpegang teguh kepada komitmen indahnya kebersamaan. Banyak sekali individu yang hanya mengaplikasikan indahnya kebersamaan pada waktu senang saja tapi waktu ada salah satu saudara, teman dsb susah merapa seolah acuh tak acuh. Tak jarang manusia yang Sukses banyak sekali teman yang mendatanginya mungkin untuk urusan bisnis atau cuma silaturrahmi saja dengan tujuan dekat dengannya sehingga banyak yang terbesit didalam pikirannya supaya bisa meniru jejaknya.

Saya disini ingin lebih menguras tentang makna indahnya kebersamaan yang lebih menekankan pada saat suka dan duka karena itu ada dalam kehidupan sehari-kita baik didalam lingkungan keluarga ataupun masyarakat terlebih dilingkungan pendidikan karena misi dunia pendidikan adalah sangat mulia, salah satu contoh misi di MTs Hasyim Asy'ari Wonojati " Membentuk insan yang berprestasi dan berakhlaqul karimah dalam bidang IMTAQ dan IPTEK"
tidak menutup mata bahawa untuk menyujudkan misi tersebut tidaklah mudah seperti membalik telapak tangan, tapi kita harus optimis bahwa kita bisa mewujudkan misi tersebut dengan segala ketekunan, kesabaran dan keihlasan.

oleh karena itu marilah kita mulai dari sekarang yang belum mengetaui pentingnya arti kebersamaan dan yang sudah menjalankan pentingnya arti kebersamaan teruslah dijadikan konsep dalam hidup terlebih -lebih bisa ditingkatkan. saya mengingat salah satu cerita pada zaman shohabat ali Rhodiallahuanhu.
 ada salah satu sahabatnya bertanya;
Sahabat  : hai Ali...., banyak sekali sahabat anda ?
Ali         : hehehehehe ( Tersenyum Manis)
Sahabat  : Kenapa anda tersenyum ? ( Penasaran)
Ali         : kamu akan bisa menghitung sahabatku dikala aku susah (Sakit)
melihat cerita hadits tersebut kita bisa menyimpulkan bahwasanya banyak sekali orang mengaplikasikan makna kebersamaan hanya waktu senang.

Manusia memang bukan ciptaanNya yang sempurna tapi bagaimana kita bisa menutupi kekurangan kita agar terasa tampil sempurna bagi orang lain dengan salah satunya mengamalkan indahnya kebersamaan disaat suka maupun duka. marilah kita bersama-sama untuk belajar menjadi manusia yang sosial sebagaimana mestinya dengan maksud dan tujuan mendapatkan RidhoNya bukan untuk semata-mata mendapat pujian atau sanjungan dari sesama (riya').

Demikian yang dapat curahnkan sebagai refrensi anda. Saya sadar belum sepenuhnya melaksanakan indahnya kebersamaan yang sesuai yang dimaksud, akan tetapi setidaknya saya sudah berbagi coretan ini buat keberlangsungan hidupkan ke depan yang lebih mulia. kalau ada salah kata baik disengaja maupun tidak saya alfakr mengharapkan maaf anda semua.




Tim Redaksi (AK)

KEGIATAN EKSTRA KURIKULER ( DRUMBAND, PRAMUKA & SAMROH )

EKSTRA KURIKULER DRUMBAND

EKSTRA KURIKULER DRUMBAND
EDISI LATIHAN KELILING

EKSTRA KURIKULER DRUMBAND
EDISI REFLEKSI LAGU

EKSTRA KURIKULER DRUMBAND
EDISI PERFOM

EKSTRA KURIKULER DRUMBAND
EDISI LATIHAN
KEGIATAN EKSTRA KURIKULER PRAMUKA
EKSTRA KURIKULER PRAMUKA
EDISI APEL MALAM

EKSTRA KURIKULER PRAMUKA
EDISI TALI PEMALI

EKSTRA KURIKULER PRAMUKA
EDISI APEL TALI PEMALI SIMPUL TIANG BERGANDA

EKSTRA KURIKULER PRAMUKA
EDISI PERSIAPAN JELAJAH ALAM

EKSTRA KURIKULER PRAMUKA
EDISI PERSIAPAN JELAJAH ALAM

KEGIATAN EKSTRA KURIKULER SAMROH